Sosialisasi "Optimalisasi Skema Imbal Dagang sebagai Terobosan Peningkatan Ekspor"

Pada hari ini, 5 April 2021 di Bogor, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri didampingi oleh Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor, membuka kegiatan Sosialisasi "Optimalisasi Skema Imbal Dagang sebagai Terobosan Peningkatan Ekspor" serta Pemetaan Produk dan Perusahaan pada Skema Imbal Dagang yang dilakukan secara fisik maupun konferensi video melalui aplikasi zoom.

Peserta sosialisasi ini mencakup perwakilan Unit Internal Kemendag (Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Pusat Pengkajian Perdagangan Laur Negeri), Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) di seluruh Indonesia, serta beberapa stakeholder terkait (PT. ASEI, PT. LPEI, PT. Asuransi Kredit Indonesia, PT. PPI dan Divisi Hubungan Kelembagaan PT. BNI, Tbk).

Dalam arahannya, Bapak Dirjen Daglu menyampaikan himbauan agar seluruh IPSKA di Indonesia, Unit Internal Kemendag mapupun Stakeholder terkait memberikan dukungan rill dan komitmen bersama dalam rangka optimalisasi penerapan skema imbal dagang Business-to-Business.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Direktur juga menyampaikan bahwa IPSKA berperan penting sebagai ujung tombak informasi kepada pelaku usaha mengingat keberadaan IPSKA yang mencakup seluruh wilayah Indonesia.

Pada Sosialisasi dimaksud, hadir sebagai narasumber pertama, Bapak Bambang Jaka Setiawan, Koordinator Bidang Peningkatan Akses Pasar, Direktorat Fasilitasi Ekspor dan Impor. Beliau menyampaikan terkait latar belakang, peluang serta tantangan Imbal Dagang diluar Pengadaan Pemerintah (Business-to-Business). Narasumber kedua yaitu Ibu Nina Sulistyowati selaku Direktur Utama PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia. Dalam paparannya beliau menyampaikan pengalaman PT. PPI sebagai perusahaan pihak ketiga (assignee) program imbal beli untuk pengadaan pesawat pengganti F-5 yang dilakukan oleh Kementerian Pertahanan RI.

Implementasi skema Imbal Dagang b-to-b sendiri masih tergolong bagi negara mitra, untuk itu diperlukan kontribusi IPSKA dan stakeholder terkait yanga ada di seluruh Indonesia untuk mengidentifikasi dan memetakan produk serta perusahaan untuk diikutsertakan pada pelaksanaan skema Imbal Dagang b-to-b. 



  •