Sinkronkan Impelementasi Tata Niaga Post Border Ditjen Daglu Gelar Coaching Clinic

1 2 3 4 5 6
Surabaya, 15 Maret 2018- Lanjutkan langkah peningaktan kemudahan berusaha dan pemenuhan kebutuhan bahan baku di dalam negeri, melalui tata niaga impor post border, Ditjen Daglu lakukan coaching clinic utamanya bagi pelaku usaha terkait.


Coaching clinic tersebut merupakan rangkaian dari sosialisasi yang digelar pada tanggal 15 Maret 2018, di Surabaya.

Coaching clinic diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan menyamakan persepsi para pemangku kepentingan terhadap peraturan pengawasan lartas impor di post border. “Selain itu, diharapkan para pemangku kepentingan dapat bersinergi dalam implementasi aturan ini sehingga tujuannya dapat tercapai,” tegas Oke.

Sebagaimana diketahui bahwa Kemendag melalui. Ditjen Daglu melakukan perubahan terhadap beberapa kebijakan tata niaga impor yang semula border menjadi post border. Kebijakan tersebut, antara lain meliputi komoditi besi atau baja, baja paduan dan produk turunannya; jagung; produk kehutanan; mutiara; ban; mesin multifungsi berwarna; mesin fotokopi berwarna dan printer berwarna; bahan baku plastik; pelumas; kaca lembaran; keramik; produk tertentu; intan kasar; produk hortikultura; hewan dan produk hewan; alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya asal impor; barang modal tidak baru; barang berbasis sistem pendingin; semen dan clinker

Pengaturan terhadap komoditas tersebut memerlukan penyesuaian. “Dengan demikian perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut dengan para pemangku kepentingan terkait agar pelaksanaan perubahan Permendag tersebut dapat berjalan lancar,” imbuhnya.

Coaching clinic memfasilitasi para pelaku usaha untuk melakukan konsultasi teknis. Konsultasi teknis dilakukan berdasarkan pendekatan komoditas yang dibagi dalam 7 desk. Ketujuh desk tersebut yaitu bidang barang modal; pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan; barang aneka industri dan bahan baku industri; barang konsumsi; barang kimia berbahaya, tambang dan limbah; pelayanan ekspor dan impor (INATRADE); serta pengawasan tertib niaga.

Coaching clinic diharapkan dapat memberikan jawaban yang efektif untuk mengatasi masalah yang dihadapi dalam implementasi aturan ini,” jelas Sekretaris Ditjen Perdagangan Luar Negeri, Marthin Simanungkalit.



  •