Kemendag Pantau Harga dan Pasokan Barang Kebutuhan Pokok di Provinsi Aceh

1 2 3 4 5 6
Kementerian Perdagangan kembali memastikan kesiapan harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) menjelang Hari Besar Kegamaan Nasional (HBKN) di daerah. Kali ini, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan melakukan pemantauan harga dan pasokan bapok di Provinsi Aceh, Kamis (19/4).

Dirjen Daglu menghadiri dan memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Stabilisasi Harga dan Pasokan Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Bulan Puasa dan Lebaran Tahun 2018 yang berlangsung di Aula Kantor Gubernur Aceh.

Dirjen Daglu menyampaikan bahwa Kemendag bersinergi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha akan menjaga pasokan, stabilitas harga, serta mengawal kelancaran pasokan barang kebutuhan pokok.
Usai menghadiri Rakorda, Dirjen Daglu beserta rombongan mengecek ketersediaan pasokan beras di gudang Bulog Divre Aceh untuk didistribusikan ke masyarakat. Pasokan yang tersedia di gudang Bulog mencapai 14.890 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga bulan Puasa dan Lebaran 2018.

Kunjungan selanjutnya yaitu ke ritel modern Suzuya, Banda Aceh. Hasil pantauan menunjukkan bahwa harga bapok sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Untuk Aceh, kebijakan HET yang berlaku yaitu gula Rp12.500/kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp11.000/kg, minyak goreng curah Rp10.500/liter, beras medium Rp9.450/kg, dan beras premium Rp12.000/kg.



  •