Memotivasi Calon Wisudawan-Wisudawati Universitas Udayana, Mendag Tanamkan Tekad Untuk Menjadi Wirausaha Terbaik

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

Denpasar,  25 Mei 2018 –  Tanamkan Tekad Untuk Menjadi Wirausaha terbaik. Pesan tersebut disampaikan oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada acara Pra-Wisuda ke-126 dan Studium Generale ke-XX Universitas Udayana, Bali. Pada kesempatan tersebut, Menteri Perdagangan didampingi Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Oke Nurwan dan Direktur Pengamanan Perdagangan, Prandyawati memberikan pembekalan mengenai tantangan perdagangan bebas dan motivasi kepada calon wisudawan/wisudawati yang akan memasuki dunia kerja. Dalam perhelatan tersebut, Kementerian Perdagangan melalui Ditjen Perdagangan Luar Negeri bekerjasama dengan Universitas Udayana Bali, diharapkan 1200 calon wisudawan yang hadir dalam acara tersebut mendapatkan pemahaman mengenai kondisi yang terjadi terkait perdagangan luar negeri, termasuk perkembangan dan strategi dalam melakukan pengamanan perdagangan sehingnga lebih siap ketika masuk dalam dunia kerja baik sebagai tenaga ahli di bidang hukum, pemerintahan ataupun wirausaha.

Menteri Perdagangan menyampaikan bahwa Indonesia berhasil melalui tahun 2017 dengan mencatatkan beberapa pencapaian penting yaitu pertumbuhan ekonomi yang meningkat sebesar 5,07% dan merupakan angka tertinggi selama 3 tahun terakhir, dan pendapatan perkapita Indonesia yang juga terus meningkat selama 5 tahun terakhir hingga mencatatkan angka Rp 52 juta.

“Prestasi yang kita raih di tahun 2017 tersebut harus kita jadikan motivasi untuk melanjutkan perjuangan kita di tahun ini. Kami optimis bahwa ekonomi Indonesia tahun 2018 akan meningkat menjadi 5.4% dan tetap tumbuh di atas angka pertumbuhan ekonomi dunia serta di atas rata – rata negara maju dan negara berkembang” tegas Enggar.

Kementerian Perdagangan juga akan berupaya meningkatkan perdagangan ekspor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tahun 2018. Hal ini adalah sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo dimana ekspor dan investasi menjadi kunci peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk itu, Pemerintah berupaya maksimal untuk melindungi akses pasar ekspor Indonesia. Bentuk pelindungan akses pasar tersebut diantaranya adalah membawa kasus perdagangan yang merugikan Indonesia ke Badan Penyelesaian Sengketa – WTO.

Sempat dipaparkan dihadapan calon wisudawan/wisudawati beberapa prestasi dalam pengamanan akses pasar ekspor Indonesia akhir-akhir ini seperti Kemenangan Indonesia dalam kasus gugatan ke Uni Eropa di WTO untuk menghapus dumping duty Biodisel asal Indonesia yang dapat menyelamatkan nilai ekspor sekitar USD 1,4 Miliar dan pembebasan dua produk ekspor Indonesia lainnya dari pengenaan dumping duty yaitu steel reinforcing bar oleh Australia dan nylon filament yarn oleh India. Hal ini untuk mencetuskan minat wisudawan/wisudawati untuk terjun dalam bidang hukum perdagangan internasional.

Pada kesempatan tersebut Menteri Perdagangan juga mendorong “Generasi Millenial” untuk memanfaatkan keuntungan kemajuan teknologi dan akses terhadap informasi guna meningkatkan kompetensi pribadi dan memberikan kontribusi untuk lingkungan, bangsa dan negara. Anak-anak muda perlu mengambil bagian dalam perdagangan bebas, antara lain menjadi wirausaha. Wirausaha memiliki peran yang penting dalam perekonomian sebagai penggerak perekonomian suatu negara. Selain itu, Wirausaha juga dituntut untuk produktif serta mampu menciptakan produk dan jasa baru yang kreatif dan inovatif.

Pada akhir paparannya, Menteri Perdagangan kembali menekankan bahwa generasi muda memiliki peranan penting bagi kemajuan Indonesia. Oleh karena itu Menteri Perdagangan mengajak para calon wisudawan/wisudawati untuk mempersiapkan dan terus mengembangkan diri sehingga siap memasuki dunia kerja dengan menanamkan Tekad Untuk Menjadi Wirausaha Terbaik. Mengakhiri pemaparan, sambil tersenyum, Mendag menngatakan "Buat apa menjadi Menteri kalau tidak bisa mensejahterakan anak negeri". 



  •