Media Briefing terkait Proposal Pengenaan Bea Masuk Anti Subsidi atas Biodiesel Indonesia oleh UE

1 2 3 4 5

Tanggal 23 Juli 2019 Uni Eropa (UE) menyampaikan proposal pengenaan Bea Masuk Anti-Subsidi kepada produsen biodiesel Indonesia dengan kisaran 8% sampai dengan 18%. Menanggapi proposal tersebut dan untuk meng-counter isu yang beredar, Direktur Pengamanan Perdagangan hadir sebagai Narasumber pada Media Briefing yang diadakan oleh Biro Humas, Sekretariat Jenderal Kementerian Perdagangan (26/7).

Direktur Pengamanan Perdagangan menyampaikan bahwa besaran marjin Bea Masuk Anti-Subsidi yang diusulkan UE adalah hasil eksaminasi Otoritas dari pengisian kuesioner, verifikasi dan penyampaian submisi Pemerintah serta perusahaan sejak diinisiasinya penyelidikan ini pada tanggal 6 Desember 2018. Hasil sementara perhitungan subsidi untuk produsen biodiesel lebih kecil (8-18%) dibandingkan dengan Argentina (25-34.4%) yang telah ditetapkan secara definitive. Ditegaskan bahwa Pemri telah mengambil pendekatan aktif dan proaktif sejak sebelum dimulainya tahap inisiasi. Pemri telah melakukan konsultasi pra-inisiasi ke langsung ke markas besar Ueropean Commission di Brussels. Koordinasi yang erat di dalam negeri juga dilakukan dengan berbagai Kementerian/Lembaga terkait, Asosiasi, Firma Hukum dan perusahaan yang dituduh. 

Menanggapi pertanyaan media, dijelaskan produsen biodiesel terkait diberikan waktu 3 (hari) untuk menyampaikan tanggapan, deadline sampai dengan 26 Juli 2019. Sementara Pemerintah RI juga akan menyampaikan tanggapan segera setelah dikeluarkannya dokumen Preliminary Determination secara resmi.

Proses penyelidikan belum berakhir dan besaran tersebut masih dapat berubah sampai dengan determinasi final pada bulan Januari 2020. Ditegaskan kembali oleh Direktur Pengamanan Perdagangan bahwa selalu ada kemungkinan bahwa metodologi yang digunakan dan perhitungan Otoritas Investigasi UE tidak benar dan mengabaikan ketentuan WTO Agreement on Subsidy and Countervailing Measures (ASCM), seperti pada kasus sengketa Indonesia-UE untuk anti-dumping Biodiesel (DS 480) dimana berakhir dengan hampir keselurhuan klaim Indonesia dinyatakan benar oleh Panel DSB WTO karena metodologi yang digunakan oleh Otoritas UE dalam kalkulasi dumping dan penentuan injury dinyatakan tidak sesuai dengan ketentuan WTO yang berlaku. 

Media yang hadir pada kegiatan Media Briefing antara lain. Suronews.com, Kompas, Konkrit.com, Bloomberg, Edisi.co.id, CNBC, Republika, Nusantaratodays.com, Pos Kota, Gatra, Katadata dan Validnews. 



  •