Pemerintah Hadir Membela Akses Pasar Ekspor Indonesia

1 2 3 4 5 6 7

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah berhasil menyelamatkan eksportir Indonesia dari tuduhan maupun pengenaan tindakan dumping, subsidi, safeguard (DSS) dan penerapan hambatan teknis perdagangan di negara mitra dagang sebanyak 81 kasus hambatan perdagangan dalam periode tahun 2014 – 2019.

*

Terhitung sejak tahun 2014 hingga Oktober tahun 2019, total potensi nilai ekspor yang terselamatkan mencapai USD 4,7 Miliar atau sekitar Rp 68,5 Tiriliun.

*

Nilai ekspor yang berhasil diamankan pada tahun 2014 sebesar USD 120,5 juta atau setara Rp 1,5 Triliun. Adapun kasus yang terselesaikan yaitu : (1) Pembatalan tuduhan subsidi produk MSG (Monosodium Glutamat) oleh US Department of Commerce (Amerika Serikat), (2) Pembebasan safeguard terhadap Seamless Pipe oleh India, (3) Pembebasan safeguard terhadap non Alloy Hot Rolled Steel Flat in Coils oleh Thailand, (4) Pembatalan tuduhan subsidi produk Acrylic Yarn oleh Brasil, dan (5) Pembatalan tuduhan dumping dan subsidi atas produk kertas Indonesia oleh Pakistan.

*

Nilai ekspor yang berhasil diselamatkan pada tahun 2015 sebesar USD 109,8 Juta atau setara Rp 1,5 Triliun. Adapun kasus yang terselesaikan antara lain : (1) Penyelidikan safeguard terhadap Prepainted Galvanized Iron dan Newsprint oleh Filipina, (2) Penyelidikan safeguard terhadap Cold Rolled Flat Products of Stainless Steel oleh India, (3) Penyelidikan anti-dumping terhadap Hot Rolled Coils dan Cold Rolled Stainless Steel oleh Malaysia, (4) Penyelidikan safeguard produk kertas printing dan writing paper oleh Yordania, (5) Penyelidikan safeguard produk kertas oleh Turki, (6) Penyelidikan safeguard tehadap Automotive Batteries oleh Mesir, dan (6) Penyelidikan anti-subsidi terhadap Oil Country Tubular Goods oleh Kanada.

*

Nilai ekspor yang berhasil diselamatkan pada tahun 2016 sebesar USD 49,9 Juta atau setara Rp 671 Miliar. Adapun kasus yang terselesaikan yaitu : (1) Penyelidikan safeguard Malaysia terhadap Hot Rolled Coil, (2) Penyelidikan safeguard India terhadap Unwrought Aluminium (Aluminium not Alloyed and Aluminium Alloys), (3) Penyelidikan safeguard Vietnam terhadap Semi-finished products of alloy and non-alloy steel, dan (4) Penyelidikan safeguard Turki terhadap Porcelain and Ceramic Tableware and Kitchenware.

*

Nilai ekspor yang berhasil diselamatkan pada tahun 2017 sebesar USD 1,7 Miliar atau setara Rp 23 Triliun. Adapun kasus yang terselesaikan antara lain : (1) Penyelidikan anti-dumping Solar Glass oleh Afrika Selatan, (2) Penyelidikan safeguard produk Mesin Cuci (LRWs) dan Solar Panel (CSPV) oleh Amerika Serikat, (3) Penyelidikan anti-dumpingNonWoven Fabric, Hydrogen Peroxide, Polyester Staple Fibre, dan Nylon Filament oleh India, (4) Penyelidikan anti-dumping Steel Concrete Reinforcing Bar dan Steel Rod in Coils oleh Australia, dan (5) Sengketa anti-dumping Biodiesel di WTO-Dispute Settlement Body (DS480) melawan Uni Eropa serta gugatan klaim admnistratif atas Uni Eropa untuk produk Certain Fatty Alcohols.

*

Pada tahun 2018, pemerintah berhasil mengamankan nilai ekspor sebesar USD 1,14 Miliar atau setara Rp 16,5 Triliun. Adapun kasus yang terselesaikan antara lain : (1) Relisting Carrageenan (Rumput Laut)  dan produk turunan rumput laut ke dalam daftar bahan pangan organik di Amerika Serikat, penyelidikan anti-dumping produk Polyethylene, dan Certain Uncoated Paper, (2) Penyelidikan anti-dumping Biaxially Oriented Polypropylene (BOPP) Films oleh Malaysia dan preferensi Tarif Hot Rolled Plate, (3) Anti-Circumvention Alumunium Ekstruksi serta penyelidikan anti-dumping Steel Rod in Coils dan Steel Reinforcing Bar oleh Australia, (4) Keberterimaan dokumen Vehicle Test Approval (VTA) Otomotif yang diterbitkan Kementerian Perhubungan RI oleh Vietnam, (5) Gugatan hukum iklan ITPC Lyon oleh Uni Eropa, (6) Penyelidikan anti-dumping serat polyester bertekstur oleh Argentina, (7) Penyelidikan safeguard Screw Fully Threaded oleh Afrika Selatan, dan (8) Penyelidikan anti-dumping Coated Paper, Nylon Filament, Polyester Staple Fibre, Melamine, dan Plain Gypsum Plasterboard oleh India.

*

Hingga bulan Oktober 2019, pemerintah tengah menangani 36 kasus hambatan perdagangan dari sejumlah mitra dagang. Adapun kasus yang ditangani terdiri dari 15 kasus tuduhan dumping, 6 kasus anti subsidi, 10 kasus safeguard dan 5 kasus hambatan teknis perdagangan. Total nilai ekspor yang tengah diperjuangkan mencapai USD 7,33 Miliar. 

  •