Diskusi Sawit : Memperjuangkan Kepentingan Sawit di Pasar Global

1 2 3 4 5

Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri diwakili oleh Direktur Pengamanan Perdagangan menyampaikan keynote speech terkait Upaya Pembelaan Kepentingan Kelapa Sawit di Pasar Global pada hari Selasa, 17 Desember 2019, bertempat di Wisma Bisnis Indonesia.

*
Acara tersebut dibuka oleh Chamdan Purwoko selaku Wakil Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia, dan menghadirkan narasumber seperti Daniel Johan (Anggota Komisi IV DPR RI), Ahmad Hery Firdaus (Ekonomi Indef) dan moderator, Maria Yuliana Benyamin.

*

Tujuan diselenggarakannya acara ini untuk memberikan paparan kondisi terkini terkait dengan industri  kelapa sawit nasional serta meningkatkan kampanye penggunaan minyak sawit untuk pasar dalam negeri.

*

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh Indonesia sebagai negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia adalah perubahan preferensi konsumen di berbagai wilayah di dunia yang menguatkan proteksionisme di negara importir sawit.

*

Preferensi dalam hal ini terkait erat antara lain dengan isu kesehatan, lingkungan, ketenagakerjaan, sertifikasi sustainable dan food safety serta isu Renewable Energy Directive (RED) dan Indirect Land-Use Change (ILUC) oleh Uni Eropa.

*

Persoalan klasik yang terus menerus dihadapi industri minyak sawit Indonesia adalah pemutarbalikan fakta bahwa perkebunan kelapa sawit merupakan kontributor terbesar deforestasi. Justru peternakan (Livestock) lah yang sebenarnya merupakan industri perambah lahan terbesar di sektor pertanian, peternakan dan kehutanan global. Kelapa Sawit hanya memakai 0.31 persen dari total lahan pertanian dunia, sementara Oilseeds 5,25 persen atau 17 kali lebih besar pemakaian lahan, dan peternakan sebesar 71,27 persen atau 230 kali lebih luas dibandingkan pemakaian lahan kelapa sawit global.



  •