Webinar Market Access Workshop Horticulture Indonesia-Jepang

1 2 3 4
Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan, Ibu Sulistyawati, berkesempatan menjadi salah satu narasumber dalam acara Webinar yang diselenggarakan oleh Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Osaka, Jepang pada tanggal 21 Juli 2020, dengan Tema Market Access Workshop Horticulture Indonesia-Jepang.
Narasumber lain yang hadir adalah Mr. Hiroo Tokoro dari Yagi Tsusho Foods & Materials Ltd (perusahaan trading/ekspor dan impor). Produk utama ekspor Yagi Tsusho Foods & Materials Ltd. adalah fabric yarn sedangkan untuk produk yang diimpor adalah pakaian jadi, makanan olahan seperti madu, dan produk hortikultura umbi-umbian. Pembicara lainnya yaitu Mr. Katsunori Kasugai, President, Nanyang Trading Inc, yang merupakan importir dan distributor produk makanan olahan sayuran & rempah-rempah frozen yang berdiri sejak tahun 1992.
Webinar bertujuan untuk memberikan pemahaman bagi pelaku usaha Indonesia tentang informasi peluang, persyaratan, dan tantangan memasuki pasar hortikultura Jepang di Tahun 2021.
Pada acara tersebut, Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan, menyampaikan beberapa hal, antara lain bahwa Kementerian Perdagangan mendapatkan mandat dari Bapak Presiden yaitu menjaga Neraca Perdagangan, mengendalikan impor secara selektif dan mengoptimalkan peranan Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC), agar memberikan kontribusi yang nyata terhadap peningkatan transaksi ekspor di wilayah akreditasi.
Indonesia juga telah meratifikasi beberapa kerjasama perdagangan diantaranya adalah ASEAN-Japan Economic Partnership Agreement (AJEPA) dan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Melalui skema tersebut, beberapa produk asal Indonesia yang diekspor ke Jepang mendapat fasilitas tarif Bea Masuk 0% antara lain nanas dan pisang. Berdasarkan Permendag No. 24 Tahun 2008 jo No. 36 Tahun 2015 tentang Ketentuan Ekspor Pisang dan Nanas ke Jepang dalan rangka IJEPA, eksportir dapat memanfaatkan tarif Bea Masuk 0% dengan kuota 1.000 Metrik ton/tahun untuk ekspor pisang dan kuota 300 metrik ton/tahun untuk ekspor nanas.


  •