Diskusi Informasi Akses Pasar ke Timur Tengah

1 2 3 4 5

Direktorat Fasilitasi Ekspor dan Impor, Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, menyelenggarakan Diskusi 'Informasi Akses Pasar ke Timur Tengah' pada Kamis, 23 September 2021 melalui aplikasi video konferensi Zoom.


Narasumber dari Pusat Pengkajian Perdagangan Luar Negeri, Kemendag, menyampaikan kinerja perdagangan luar negeri Indonesia. Ekspor non migas ke kawasan Timur Tengah memberikan kontribusi sebesar 3,77% terhadap total ekspor non migas Indonesia ke dunia pada periode Januari--Agustus 2021. Turki merupakan pasar yang sangat potensial, selain Uni Emirat Arab, Saudi Arabia dan Mesir.


Bapak Hendra Hartono, selaku Presiden Indonesia Qatar dan Kuait Business Council, juga memberikan informasi terkait potensi ekspor produk halal ke Timur Tengah. Menurutnya, tingkat penerimaan (kualitas dan kemasan) produk ekspor Indonesia ke Timur Tengah relatif baik dan kompetitif di antara produk pesaing lainnya dari negara-negara ASEAN, walau secara volume, Indoneia masih di bawah Malaysia, Thailand dan Singapura.


Dalam kesempatan ini juga dipaparkan oleh narasumber dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan, tentang fasilitas dan kerja sama kepaeaban dalam rangka mendorong ekspor ke wilayah Timur Tengah. Fasilitas yang diberikan berupa Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) untuk industri kecil menengah yang melakukan pengolahan, perakitan atau pengemasan bahan baku yang hasil produksinya untuk tujuan ekspor. Fasilitas fiskal untuk perusahaan KITE IKM berupa pembebasan bea masuk, PPN dan PPnBM tidak dipungut. 


Dalam diskusi juga hadir Atase Perdagangan KBRI Riyadh, Bapak Erwansyah, berbagi informasi terkait pangsa pasar produk Indonesia dan produk investasi potensial di Arab Saudi. Beliau juga memberikan kiat-kiat bagaimana menembus dan mempertahankan pasar Indonesia di Arab Saudi.


Bapak Muhammad Khomaini, Kepala ITPC Dubai, juga memberikan informasi terkait regulasi perdagangan di Uni Emirat Arab, yakni tarif bea masuk, standardisasi produk, merek dan kemasan, laboratorium (terkait produk makanan dan minuman olahan) dan. Selain itu beliau juga memaparkan terkait karakteristik pasar, tantangan serta kiat menembus pasar Uni Emirat Arab.



  •