Search

Dirjen Daglu Membuka Acara 'Indonesia Sustainable Agricultural And Forestry Commodity Digitalization For Export Readiness Forum 2026 : Palm Oil and Rubber'

  Dengarkan Berita Ini


Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Tommy Andana, membuka kegiatan Side Event 'Indonesia Sustainable Agricultural And Forestry Commodity Digitalization For Export Readiness Forum 2026 : Palm Oil and Rubber' di ICE BSD, Tanggerang (15/10).

Forum ini merupakan upaya untuk menjaga serta meningkatkan kinerja ekspor komoditas kelapa sawit dan karet Indonesia ke pasar dunia, dengan menyelaraskan kebutuhan data antara pemerintah, pasar, dan lembaga pembiayaan serta merumuskan model kolaborasi digitalisasi kebun dan rantai pasok sawit dan karet, mulai dari koperasi dan petani hingga pelaku ekspor.

Kelapa sawit dan karet adalah dua komoditas yang sangat penting bagi Indonesia. Pada tahun lalu, ekspor sawit dan produk turunannya ke dunia mencapai 32,82 miliar USD, sedangkan karet dan produk karet mencapai 3,27 miliar USD. Indonesia merupakan eksportir utama sawit di dunia dengan pangsa pasar sebesar 33,33% dan eksportir karet kedua di dunia dengan pangsa pasar sebesar 12,82%.

Digitalisasi data di sepanjang rantai pasok, dimulai dari aset kebun, terutama pendataan geolokasi dan poligon lahan, hingga pencatatan di tingkat pengumpul, industri pengolahan, dan eksportir, adalah fondasi yang penting.

Tommy Andana menyampaikan, bahwa perdagangan yang berkelanjutan dibangun dari kepercayaan, dan kepercayaan dibangun dari data yang dapat dipertanggungjawabkan serta kerja sama yang saling menghormati.